Inilah 8 Fakta Menarik Seputar Kunjungan 'Heboh' Raja Arab Saudi ke Indonesia

Baca Juga

The ViralzRaja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan datang ke Indonesia pada 1 Maret 2017. Selama di Jakarta, Rombongan akan melakukan diskusi kenegaraan dengan Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran menteri.

Tak hanya itu, Raja Salman Bin Abdulaziz juga akan berlibur ke Pulau Dewata. Ada hal menarik yang mungkin terlewatkan oleh Anda. Berikut ini 5 fakta di balik kedatangan Raja Arab Saudi dan rombongan ke Indonesia:

1. Kunjungan pertama setelah 46 tahun
Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud menyambut hangat ketua DPR Ade Komaruddin dalam resepsi tahunan penyambutan jemaah haji seluruh dunia di Istana Raja, Mina Makkah Al-Mukarramah.

Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud menyambut hangat ketua DPR Ade Komaruddin dalam resepsi tahunan penyambutan jemaah haji seluruh dunia di Istana Raja, Mina Makkah Al-Mukarramah. (Youtube)

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berada di Indonesia selama sembilan hari, mulai tanggal 1 hingga 9 Maret 2017.

Ini adalah kunjungan kepala negara Arab paling bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan sebelumnya oleh Raja Faizal terjadi 46 tahun silam.


2. Bawa 10 Menteri dan 25 Pangeran
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman Abdulaziz bakal membawa rombongan dengan jumlah yang tak main-main.

Sekitar 1.500 orang akan turut serta di kunjungan kali ini.

"Kunjungan ini akan membawa rombongan terbesar, lebih kurang 1.500 orang, 10 menteri dan 25 pangeran," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

3. Rombongan diangkut tujuh unit pesawat
Untuk mengangkut rombongan tersebut, tujuh unit pesawat pun sudah disiapkan. Tujuh pesawat berkarakter wide body itu terdiri dari dua unit Boeing 777/2, 1 unit Boeing 747/1xp, 1 unit Boeing 7474/3, 1 unit Boeing 747/4, 1 unit Boeing 757 dan 1 unit pesawat Hercules.

Corporate Communication Departement Head Angkasa Pura I, Ida Bagus Ketut Juliadnyana mengungkapkan bandara di Indonesia siap melayani kedatangan Raja Salman beserta rombongan.

"Intinya kami siap menangani kedatangan rombongan Raja Arab Saudi dengan tujuh unit pesawat wide body dan dipastikan tidak akan mengganggu jadwal penerbangan umum (schedule flight) lain," ujar dia.

Tangga motorized atau ekskavator yang khusus digunakan oleh Raja Salman mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Tangga motorized atau ekskavator yang khusus digunakan oleh Raja Salman mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Ngurah Rai, Bali. (TRIBUN BALI/PRIMA/DWI/ISTIMEWA)

4. Pertemuan kenegaraan
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman Bin Abdulaziz akan menghadiri pertemuan kenegaraan dengan Kepala Negara Indonesia.

Berdasarkan keterangan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Agung, pertemuan antar dua negara ini akan membahas beberapa topik.

Tiga diantara topik diskusi itu adalah penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia serta perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

Selain itu, sejumlah kerja sama akan dilakukan, di antaranya investasi Saudi Arabia melalui perusahaan tambang negara Saudi, Aramco, sebesar 6 miliar dolar AS.

Diharapkan, investasi Saudi Arabia secara keseluruhan mencapai 25 miliar dolar AS.

5. Santunan Keluarga Densus 88 yang Tewas Bertugas
Selain itu, ada kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk pemberian santunan bagi anggota Densus 88 Antiteror yang gugur dalam melaksanakan tugas.

"Jadi anggota Densus yang meninggal dunia, orangtuanya akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi," ucap Pramono Anung.

6. Liburan ke Bali
Pada 4 Maret 2017 mendatang, Raja Salman bakal bertolak ke Bali untuk liburan. Agenda tersebut bakal dilakukan hingga 9 Maret 2017.

"Dari tanggal 1 sampai 4 Maret 2017 itu kami terima sebagai tamu negara. Berikutnya, yang di Bali, ya itu perjalanan keluarga ya, private," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Tapi kalau dari segi penjagaan keamanan sih ya tetap ada," ujar Arief Yahya.

Karena dalam rangka liburan keluarga, kata Arief, pemerintah Indonesia juga tidak mendapatkan informasi soal ke mana saja tempat di Pulau Dewata yang akan dikunjungi Raja Salman.

"Tidak diinfokan kepada kami soal itu," ujar Arief Yahya kepada Tribunnews.com.

7. Menginap Sekitar Nusa Dua Bali
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memerkirakan, rombongan kerajaan ini akan menginap di wilayah Nusa Dua dan sekitarnya.

"Saya sudah mendengar kabar ini. Tetapi kepastiannya seperti apa dan di mana mereka menginap saya belum mendapatkan kabarnya."

"Kalau bertemu Menteri Pariwisata, nanti akan saya tanyakan," kata Tjok Ace, panggilan akrab Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Ia mengatakan kedatangan Raja Arab dan rombongannya ini adalah peluang bagi pariwisata Bali. Selama ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah masih belum signifikan.

8. Pengamanan Polri
Berkaitan dengan kedatangan rombongan Raja Salman, Polri berencana menggelar pertemuan terkait pengamanan orang nomor satu di Arab Saudi itu.

"Itu baru mau dibahas. Nanti itu kan dikumpulkan di Setneg (Sekretariat Negara) dulu untuk bagaimana rencana pengamanannya."

"Kami (Polri), biasanya kebagian ring 3," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Menurut Rikwanto, personel Polri akan berada di ring 3 untuk pengamanan para tamu negara. Sedang ring 1 dan ring 2 menjadi bagian paspampres.

"Biasanya untuk pengamanan rangkaian iring-iringan tamu negara, voorijder kami mengawal di depan dan belakang. Sedangkan di penginapan di ring 3-nya," jelasnya.

Raja Arab Saudi, King Salman bin Abdulaziz saat menjenguk para korban tragedi ambruknya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015).

Raja Arab Saudi, King Salman bin Abdulaziz saat menjenguk para korban tragedi ambruknya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015). (Saudi Gazette)

Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja juga belum bisa menjelaskan secara detil terkait pengamanan Raja Salman.

"Tentunya akan dikawal ketat, ini kelasnya VVIP, sekelas presiden. Kami masih membahas soal pengamanannya bersama institusi terkait," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Komandan Korem Wirasatya 163, Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa.
Ia mengatakan untuk pengamanan kedatangan orang nomor 1 di Arab Saudi ini sedang dalam pembahasan.

Ia menyatakan sebelum mengawal Raja Arab, Korem 163/Wira Satya terlebih dahulu fokus mengawal kedatangan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

"Untuk pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi sedang dibahas. Kami tengah fokus pada pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI," jelasnya.
azr.


sumber : tribunnews.com

.

Inilah 8 Fakta Menarik Seputar Kunjungan 'Heboh' Raja Arab Saudi ke Indonesia
4/ 5
Oleh