Gimana Gak Mengamuk?! KENTUT SAJA PAKAI DUIT, Inilah Daftar Pungli yang Ada di Lapas Narkotika Banyuasin

Baca Juga

TheViralz - Kesal karena sering dimintai duit, ratusan Narapidana di Lapas Narkotika Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mengamuk, Kamis (6/7) sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka melemparkan batu bata sehingga delapan kaca pecah di gedung lapas. Beberapa napi berusaha melarikan diri dengan mendobrak pintu lapas, tetapi berhasil diamankan petugas.

Melihat ratusan warga binaan semakin anarkis, petugas lapas menghubungi Kepolisian dan TNI meminta bantuan pengamanan. Sekitar lebih kurang 15 menit kemudian ratusan anggota TNI dan Polisi berdatangan sehingga dapat meredam suasana panas. Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian ini berawal saat usai melakukan pembersihan pagi sekitar pukul 10.30 WIB, narapidana melakukan unjuk rasa protes sering dipungut uang selama di lapas.


Mereka juga melempari kaca jendela gedung dengan batu-bata dari dalam lapas. Narapidana juga mengeroyok dua napi, Topik (35) dan Heri (40), yang selama ini menjadi perpanjangam tangan petugas memunguti uang ke para warga binaan.

Keduanya sempat menjadi bulan-bulanan warga binaan di Lapas sebelum diselamatkan petugas lapas yang membuka pintu. Saat itulah sekitar pukul 10.45 WIB ratusan napi berusaha mendobrak pintu hendak melarikan diri.

Namun TNI dan Polisi sudah tiba didepan lapas mengamankan napi yang hendak melarikan diri. Be erapa napi yang berhasil keluar ditangkap dan dimasukan kembali ke dalam lapas. Pantauan Tribun Sumsel diluar lapas sekitar pukul 11.00 WIB beberapa polisi dan TNI bersenjata lengkap berjaga-jaga disetiap sudut gedung lapas mewanti-wanti hal tidak diinginkan, kaburnya narapidana yang berusaha memanjat tembok berkawat duri lapas setinggi lebih dari 5 meter.

Ratusan narapidana melunak sekitar pukul 12.00 WIB saat perwakilan mereka dikumpulkan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Zulkipli, Kapolres Banyuasin AKBP, Andri Sudarmadi, dan Dandim 0401 Muba-Banyuasin, Letkol Mulyadi, untuk mendengarkan tuntutan mereka.

Samsudin (30), salah satu perwakilan narapidana, mengeluhkan, selama mereka di Lapas, setiap hari dimintai uang. Selama aktifitas di dalam lapas mereka selalu diminta uang oleh petugas lapas sehingga membuat warga binaan sudah tidak tahan lagi.

"Di sini kami tidak tahan lagi, dikit-dikit duit, apa-apa duit, kami ini tidak punya uang, darimana kami dapat duit sedangkan kami ditahan. Kasarnya pak di lapas ini kentut saja pakai duit, makanya kami tidak tahan lagi," ujarnya diamini warga binaan lain saat menyampaikan unek-unek kepada Kadipas Kakanwil, Kapolres Banyuasin, dan Dandim 0401 Banyuasin-Muba.

Dia mencontohkan, praktik di lapas Narkotika yang selama ini tidak diketahui pihak luar, saat numpang bekipas angin saja di dalam ruangan warga binaan dipungut uang Rp 80 ribu. Belum lagi pungutan bulanan setiap napi ditarif Rp 35 ribu setiap bulan jika ingin berkipas.

"Jika kepanasan, kami numpang bekipas saja dipungut duit Rp 80 ribu, ada juga biaya bulanan Rp 35 ribu, yang pungut duit Topik dan Heri itu, jika kami tidak bayar dilaporkan mereka, kami dipukuli petugas, "kesalnya.

Narapidana lain, Erwin (35), juga mengatakan, selama di lapas, setiap keluarga warga binaan yang hendak membesuk dipatok tarif Rp 50-100 ribu sekali besuk, begitu juga saat mengeluarkan tahanan atau biaya buka kuncipun dipungut Rp 50 ribu setiap tahanan.

"Selama ini kami di dalam tersiksa, kami tidak tahan lagi karena setiap hari harus mengeluarkan duit, sedangkan kami ini tidak punya duit," lirihnya.

Begitu juga dikeluhkan narapidana, Farizi (40), selama di dalam lapas, warga binaan yang akan bebas bersyarat (BP) juga bayar kepada petugas lapas, setiap warga binaan diminta uang paling minimal Rp 1 juta, jika tidak ada uang akan dihambat.

Saat akan numpang menelepon keluarga, setiap warga binaan juga kana tarif Rp 50-10 ribu setiap kali menelpon. Pun begitu saat warga binaan mau beli rokok kena Rp 50 ribu.

"Saat makan, warga binaan yang punya duit, makannya enak dan ada lauknya, sedangkan yang tidak ada uang hanya makan nasi," kata dia.

Fasilitas di dalam lapas juga tidak mendukung untuk ditempati, padahal setiap hari napi harus mengeluarkan uang. "Mau mandi dan kencing saja susah karena tidak ada air,kami disini tersiksa, jika melawan kami dipukul dan dilaporkan," kata dia.

Daftar Pungli di Lapas Narkotika
- Bekipas angin di dalam ruangan warga binaan Rp 80 ribu
- Pungutan bulanan setiap napi ditarif Rp 35 ribu setiap bulan jika ingin berkipas.
- Membesuk dipatok tarif Rp 50-100 ribu sekali besuk
- Biaya buka kuncipun dipungut Rp 50 ribu setiap tahanan
- Bebas bersyarat (BP) juga bayar kepada petugas lapas, setiap warga binaan diminta uang paling minimal Rp 1 juta, jika tidak ada uang akan dihambat.
- Numpang menelepon keluarga, setiap warga binaan juga kana tarif Rp 50-10 ribu setiap kali menelpon.   - Pun begitu saat warga binaan mau beli rokok kena Rp 50 ribu.
- Warga binaan yang punya duit, makannya enak dan ada lauknya, sedangkan yang tidak ada uang hanya makan nasi


sumber : sumsel.tribunnews.com

.

Gimana Gak Mengamuk?! KENTUT SAJA PAKAI DUIT, Inilah Daftar Pungli yang Ada di Lapas Narkotika Banyuasin
4/ 5
Oleh