Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Kultum Tentang Memanfaatkan Waktu Sebaik-baiknya

kultum tentang waktu

D-viralz.com |
Hai sahabat pembaca semuanya, pada artikel ini saya akan berbagi tentang kultum tentang waktu, tepatnya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beramal kebaikan sebagai bekan dikehidupan akhirat kelak.

Kultum tentang memanfaatkan waktu

Puji syukur kehadirat Allah ta’ala atas berbagai rahmat, taufik, hidayah serta inayahnya kepada kita semua, sehingga Allah ta’ala masih memberikan waktu bagi kita untuk mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal kita menghadapi hari pembalasan. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada nabi kita nabi muhammad shallallahu alaihi wasallah yang mana beliau adalah suri tauladan bagi kita dalam menjalani hidup di dunia ini.

Didalam al Qur’an Allah ta’ala banya bersumpah menggunakan waktu, diantaranya:

والعصر (العشر:1)

Artinya: "demi waktu ashar” (al ashr:1)

والضحى (الضحى: 1)

Artinya: “demi waktu dhuha” (ad dhuha:1)

والليل إذا يغشى (الليل:1)

Artinya: “demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (al lail:1)

والنهار إذا تجلى (الليل: 2)

Artinya: “demi siang apabila terang benderang”(al lail:2)

والفجر (الفجر:1)

Artinya: “demi waktu subuh”(al fajr:1)

Hal itu menunjukkan bahwa waktu merupakan sesuatu yang penting yang harus diperhatikan, sampai-sampai Allah ta’ala banyak bersumpah dengannya.

Pada dasarnya kehidupan ini adalah kumpulan dari kepingan-kepingan waktu, yang mana apabila kepingan demi kepingan telah hilang tidak akan bida kembali lagi.

Orang yang sudah berumur 10 tahun tidak bisa kembali lagi kemasa ketika ia berumur 8 tahun, orang yang sudah tua renta tidak bisa kembali kemasa muda. Orang yang kehilangan waktu asharnya pada hari ini tidak bisa ia kembali lagi kesana, meskipun besok masih ada waktu ashar, namun waktu ashar dihari besok berbeda dengan waktu ashar di hari ini. Begitu juga hari senin pada pekan ini berbeda dengan hari senin pekan lalu atau pekan depan.

Kita hidup didunia memiliki waktu yang terbatas sesuai dengan jatah yang diberikan Allah ta’ala kepada kita. Ada orang yang diberikan waktu hidup 100 tahun, ada yang diberi waktu 70 tahun, ada yang diberi waktu 20 tahun, bahkan ada yang diberi waktu 7 hari saja, baru dilahirkan setelah satu pekan Allah ta’ala mewafatkannya.

Oleh sebab itu kita disuruh untuk bersegera dalam melakukan kebaikan dan dilarang untuk menunda nundanya, karena waktu terus berjalan. Apabila kita tidak menggunakan waktu kita untuk berbuat kebaikan, maka otomatis waktu kita akan tergunakan untuk hal-hal yang buruk atau paling minimal waktu kita tergunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Misalkan jika kita tidak menggunakan masa muda kita untuk banyak beribadah, maka pasti masa muda kita kita gunakan untuk hal hal kurang bermanfaat bahkan mengandung kemaksiatan, semacam nongkrong-nongkrong, pacaran, ngegame, dll.

Dalam skala sempitnya misalkan ketika kita lagi nongkrong-nongkrong sama teman-teman, kita mendengan adzan dzuhur. Jika kita langsung pergi kemasjid untuk sholat berjamaah, maka kita termasuk orang yang memanfaatkan waktu dengan baik. Jika kita tetap melanjutkan ngobrolnya dan tidak menghiraukan adzan, maka kita termasuk orang yang menyia-nyiakan waktu. Karena seharusnya kita bisa menghasilkan pahala pada waktu tersebut, namun kita malah memakainya untuk hal-hal yang tidak menghasilkan pahala dan justru bisa menghasilkan dosa jika kita masih saja ngobrol sampai waktu shalat dzuhur habis. Hal itu sebagaimana syair milik imam syafi’i rahimahullah:

الوقت كالسيف إن لم تقطعه قطعك

Artinya:” waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak mematahkannya, maka ia akan menebasmu”

Disisi lain Allah ta’ala dan rasulullah juga memerintahkan umat islam untuk bersegera melakukan kebaikan dan melarang untuk menunda-nundanya. Allah ta’ala berfirman dalam surat asy syarh ayat 7:

فإذا فرغت فانصب (الشرح: 7)

Artinya:”maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) maka tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)(asy syarh: 7)

Ketika Rasulullah menasehati ibnu umar secara pribadi tentang sesuatu, maka ibnu umar menambahkan:

ابن عمر يقول:"إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك" رواه البخاري

Artinya: “jika kamu berada diwaktu sore, (beramal kebaikanlah) dan jangan (menundanya) seraya menunggu waktu pagi, dan jika kamu berada diwaktu pagi, (beramal kebaikanlah) dan jangan (menundanya) seraya menunggu waktu sore, dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu”.(HR Bukhari)

Cukup sekian kultum tentang waktu yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan bisa diamalkan.

Posting Komentar untuk "Contoh Kultum Tentang Memanfaatkan Waktu Sebaik-baiknya"