Monday, February 27, 2017

Sholat Dhuha Istiqomah Tapi Rezeki Masih Seret? Mungkin Ini Penyebabnya

The ViralzShalat Dhuha memiliki banyak keutamaan yang bermanfaat bagi rohani dan jasmani manusia. Dan salah satu keutamaan itu adalah dicukupkan segala urusan (rezeki) hingga sore menjelang.

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim).

Namun bagaimana jadinya jika rezeki yang didapatkan masih terasa susah? Jika hal tersebut menimpa Anda, maka ada kemungkinan hal-hal berikut yang menjadi penghalang datangnya rezeki pernah Anda lakukan. Dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa hal yang mungkin menghambat rezeki:


Berharap pada Selain Allah
“Allah SWT akan mengabulkan harapan bagi siapa saja yang berharap hanya kepada-Nya.”(QS. Al Baqarah: 186).

Hanya kepada Allah semata hendaknya kita berharap. Karena jika berharap pada dzat selainnya, maka yang akan didapatkan adalah rasa kekecewaan.

Ingatlah, Mungkin Ada Harta Haram yang Pernah Kita Makan
“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’raf : 157)

Segala sesuatunya berawal dari makanan, karena dari makanan itu akan menjadi daging dan penyambung hidup yang mengkonsumsinya. Jika makanan itu baik, maka baiklah seluruhnya. Juga saat makanan itu tidka baik, maka seluruhnya akan tidak baik pula.

Apa Kabar Sedekah Anda?
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Perlu diingat, sedekah bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain dalam bentuk harta, sedekah juga bisa dilakukan dengan shalat dhuha yang memilki pahala sedekah. Ataupun lebih mudahnya dengan tersenyum kepada orang lain.

Bagaimana Iman Kita?
“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang. “ (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah).

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (QS. Al A’raf: 96).

Maksiat
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30).

Maksiat dan perilaku manusia setiap harinya akan mempengaruhi limpahan berkah dan kasih sayang Allah. Jika keimanan kita senantiasa dekat pada-Nya, maka Dia pun akan lebih mendekat. Begitupun sebaliknya, jika perbuatan dipenuhi dengan maksiat, disanalah kehancuarannya akan tiba.

Esensinya, rezeki tidak melulu berupa harta. Banyak hal yang tidak kita sadari sebenarnya rezeki yang tidak ternilai dengan materi semata. Kesehatan, keluarga, kehidupan, kebahagaiaan adalah beberapa dari sekian macam rezeki yang Allah karuniakan kepada hambanya. Hanya satu, tinggal bagaimana manusia mensyukurinya atau justru menutup mana dengan kekufurannya.
azr,


sumber: satumedia.co

Innalillahiwainnalillaihirojiun.. Meninggal dalam Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang, Postingan Terakhir Guru Cantik Ini Banjir Doa

The ViralzSebuah bus pariwisata Solaris Jaya K 1677 CD mengangkut rombongan guru dan keluarga SD Jimbaran Wetan, Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur terjun masuk ke sungai di Dusun Banaran, Kelurahan Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan enam penumpang tewas, 14 dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, dan sisanya rawat jalan.

Informasi yang dihimpun, bus pariwisata yang dikemudikan Suyitno, membawa rombongan guru dan keluarga SD Jimbaran Wetan, Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebanyak 29 penumpang.


Bus tersebut meluncur dari Sarangan, Magetan, Jawa Timur menuju Agro Wisata Grojogan Sewu Tawangmangu, Karanganyar sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam perjalan dari Sarangan, Magetan tersebut bus pariwisata ini tidak mengalami gangguan mesin.
Sampai di Dusun Banaran, Kelurahan Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu tepatnya saat melewati jalan menurun dan menikung bus mengalami rem blong.

Kemudian, pengemudi diduga kehilangan keseimbangan, bus sempat menghantam rambu tikungan, namun terus meluncur hingga masuk sungai sedalam kurang lebih 10 meter dari jalan.

Akibatnya, bus yang membawa 29 penumpang dari arah Sarangan menuju Grojogan Sewu, Tawangmangu terjun masuk ke sungai Desa Banaran, Kelurahan Gondosuli.

Perisitiwa tersebut mengakibatkan 6 orang harus meregang nyawa.

Keenam korban meninggal dunia adalah Suwandi (51), Ica Susilowati (34), Ria Risbara (25), Zuhro (34), Puji Haryanto (41) dan Eka Nanda (9).

Dari penelusuran TribunSolo.com, salah satu korban yang bernama Ria Resbara ternyata memiliki akun Facebook.

Meski unggahan terakhirnya tertulis tanggal 14 Maret 2016, namun rupanya kepergian Ria meninggalkan duka yang mendalam.

Hal tersebut terlihat dari ungkapan duka cita yang mengalir dari netizen di postingan terakhirnya itu. Dalam postingan itu, Ria mengunggah foto dirinya ketika sedang menggunakan seragam sebagai seorang guru.

Ria terlihat sangat cantik dengan kerudung yang menutupi rambutnya. Di belakangnya terlihat bangunan sekolah yang tampaknya tempat ia mengajar. Tak ada kalimat yang ia tuliskan dalam unggahan tersebut. Ia hanya menunjukkan senyum manis dan menyejukkan.


Beberapa netizen pun menuliskan kalimat pujian mereka akan kecantikan Ria.
"Cuantik bngt..."
"Bu gurunya cantik bnget jd pgen jdi muridnya."
"Manizz bngitt bu,gurue."

Tak disangka, postingan tersebut merupakan unggahan terakhirnya di media sosial.
Kini postingan yang sebelumnya dipenuhi pujian itu berganti dipenuhi ungkapan duka cita.

"Innalillahi semoga almarhumah diterima amal baik dan diampuni dosa dosanya."
"Innallilahi wainnalilahi roji'un selamat jalan Ria semoga amal ibadahmu diterimah dn di tempatkan yg layak d sisiNYA amin..."
"Innalilahi wainaililahi rojiun..slmt jln kawanq smga amal ibadahmu di trima oleh allah swt..dan buat keluarga yg di tinggalkan di beri ktabahan.."
"Innalillahi wainnalillahi roji'un....semoga amal ibadahny d trima d sisi Allah swt....aminnn."
"Innalillahi wa innailaihi rojiun.. Semoga amal ibadahnya diterima.. ditempatkan di syurga... Dan yang ditinggalkan diberi kesabaran yang luar biasa amin...." (*)
azr.


sumber : tribunnews.com

Sunday, February 26, 2017

Inilah 8 Fakta Menarik Seputar Kunjungan 'Heboh' Raja Arab Saudi ke Indonesia

The ViralzRaja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan datang ke Indonesia pada 1 Maret 2017. Selama di Jakarta, Rombongan akan melakukan diskusi kenegaraan dengan Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran menteri.

Tak hanya itu, Raja Salman Bin Abdulaziz juga akan berlibur ke Pulau Dewata. Ada hal menarik yang mungkin terlewatkan oleh Anda. Berikut ini 5 fakta di balik kedatangan Raja Arab Saudi dan rombongan ke Indonesia:

1. Kunjungan pertama setelah 46 tahun
Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud menyambut hangat ketua DPR Ade Komaruddin dalam resepsi tahunan penyambutan jemaah haji seluruh dunia di Istana Raja, Mina Makkah Al-Mukarramah.

Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud menyambut hangat ketua DPR Ade Komaruddin dalam resepsi tahunan penyambutan jemaah haji seluruh dunia di Istana Raja, Mina Makkah Al-Mukarramah. (Youtube)

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berada di Indonesia selama sembilan hari, mulai tanggal 1 hingga 9 Maret 2017.

Ini adalah kunjungan kepala negara Arab paling bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan sebelumnya oleh Raja Faizal terjadi 46 tahun silam.


2. Bawa 10 Menteri dan 25 Pangeran
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman Abdulaziz bakal membawa rombongan dengan jumlah yang tak main-main.

Sekitar 1.500 orang akan turut serta di kunjungan kali ini.

"Kunjungan ini akan membawa rombongan terbesar, lebih kurang 1.500 orang, 10 menteri dan 25 pangeran," kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

3. Rombongan diangkut tujuh unit pesawat
Untuk mengangkut rombongan tersebut, tujuh unit pesawat pun sudah disiapkan. Tujuh pesawat berkarakter wide body itu terdiri dari dua unit Boeing 777/2, 1 unit Boeing 747/1xp, 1 unit Boeing 7474/3, 1 unit Boeing 747/4, 1 unit Boeing 757 dan 1 unit pesawat Hercules.

Corporate Communication Departement Head Angkasa Pura I, Ida Bagus Ketut Juliadnyana mengungkapkan bandara di Indonesia siap melayani kedatangan Raja Salman beserta rombongan.

"Intinya kami siap menangani kedatangan rombongan Raja Arab Saudi dengan tujuh unit pesawat wide body dan dipastikan tidak akan mengganggu jadwal penerbangan umum (schedule flight) lain," ujar dia.

Tangga motorized atau ekskavator yang khusus digunakan oleh Raja Salman mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Tangga motorized atau ekskavator yang khusus digunakan oleh Raja Salman mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Ngurah Rai, Bali. (TRIBUN BALI/PRIMA/DWI/ISTIMEWA)

4. Pertemuan kenegaraan
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Salman Bin Abdulaziz akan menghadiri pertemuan kenegaraan dengan Kepala Negara Indonesia.

Berdasarkan keterangan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Agung, pertemuan antar dua negara ini akan membahas beberapa topik.

Tiga diantara topik diskusi itu adalah penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia serta perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

Selain itu, sejumlah kerja sama akan dilakukan, di antaranya investasi Saudi Arabia melalui perusahaan tambang negara Saudi, Aramco, sebesar 6 miliar dolar AS.

Diharapkan, investasi Saudi Arabia secara keseluruhan mencapai 25 miliar dolar AS.

5. Santunan Keluarga Densus 88 yang Tewas Bertugas
Selain itu, ada kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk pemberian santunan bagi anggota Densus 88 Antiteror yang gugur dalam melaksanakan tugas.

"Jadi anggota Densus yang meninggal dunia, orangtuanya akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi," ucap Pramono Anung.

6. Liburan ke Bali
Pada 4 Maret 2017 mendatang, Raja Salman bakal bertolak ke Bali untuk liburan. Agenda tersebut bakal dilakukan hingga 9 Maret 2017.

"Dari tanggal 1 sampai 4 Maret 2017 itu kami terima sebagai tamu negara. Berikutnya, yang di Bali, ya itu perjalanan keluarga ya, private," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Tapi kalau dari segi penjagaan keamanan sih ya tetap ada," ujar Arief Yahya.

Karena dalam rangka liburan keluarga, kata Arief, pemerintah Indonesia juga tidak mendapatkan informasi soal ke mana saja tempat di Pulau Dewata yang akan dikunjungi Raja Salman.

"Tidak diinfokan kepada kami soal itu," ujar Arief Yahya kepada Tribunnews.com.

7. Menginap Sekitar Nusa Dua Bali
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memerkirakan, rombongan kerajaan ini akan menginap di wilayah Nusa Dua dan sekitarnya.

"Saya sudah mendengar kabar ini. Tetapi kepastiannya seperti apa dan di mana mereka menginap saya belum mendapatkan kabarnya."

"Kalau bertemu Menteri Pariwisata, nanti akan saya tanyakan," kata Tjok Ace, panggilan akrab Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Ia mengatakan kedatangan Raja Arab dan rombongannya ini adalah peluang bagi pariwisata Bali. Selama ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah masih belum signifikan.

8. Pengamanan Polri
Berkaitan dengan kedatangan rombongan Raja Salman, Polri berencana menggelar pertemuan terkait pengamanan orang nomor satu di Arab Saudi itu.

"Itu baru mau dibahas. Nanti itu kan dikumpulkan di Setneg (Sekretariat Negara) dulu untuk bagaimana rencana pengamanannya."

"Kami (Polri), biasanya kebagian ring 3," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Menurut Rikwanto, personel Polri akan berada di ring 3 untuk pengamanan para tamu negara. Sedang ring 1 dan ring 2 menjadi bagian paspampres.

"Biasanya untuk pengamanan rangkaian iring-iringan tamu negara, voorijder kami mengawal di depan dan belakang. Sedangkan di penginapan di ring 3-nya," jelasnya.

Raja Arab Saudi, King Salman bin Abdulaziz saat menjenguk para korban tragedi ambruknya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015).

Raja Arab Saudi, King Salman bin Abdulaziz saat menjenguk para korban tragedi ambruknya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015). (Saudi Gazette)

Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja juga belum bisa menjelaskan secara detil terkait pengamanan Raja Salman.

"Tentunya akan dikawal ketat, ini kelasnya VVIP, sekelas presiden. Kami masih membahas soal pengamanannya bersama institusi terkait," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Komandan Korem Wirasatya 163, Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa.
Ia mengatakan untuk pengamanan kedatangan orang nomor 1 di Arab Saudi ini sedang dalam pembahasan.

Ia menyatakan sebelum mengawal Raja Arab, Korem 163/Wira Satya terlebih dahulu fokus mengawal kedatangan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

"Untuk pengamanan kedatangan Raja Arab Saudi sedang dibahas. Kami tengah fokus pada pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI," jelasnya.
azr.


sumber : tribunnews.com

Saturday, February 25, 2017

Subhanallah.. Inilah Manfaat Medis Dibalik Lamanya Ruku’ dan Sujud Dalam Sholat

The Viralz - Shalat lima waktu merupakan perintah yang wajib dijalankan oleh Umat Islam. Kekhusukkan dalam menjalankan salat sangat penting untuk mendapatkan manfaat baik secara agama maupun medis. Ada orang yang dalam salatnya begitu khusuk dan menikmati setiap gerakan-gerakannya.

Namun ada pula yang cepat-cepat agar salat segera selesai. Dua gerakan yang biasanya dilakukan secara kilat ada saat ruku dan sujud. Karena urusan dunia biasanya manusia mempercepat dua gerakan ini agar salat cepat selesai.

Padahal dua gerakan ini memiliki manfaat besar dari segi medis. Jika dilakukan secara cepat, maka manfaat medis dari gerakan ruku dan sujud ini tidak didapatkan secara maksimal. Manfaat medis apa yang dimaksud? Berikut ini ulasannya.


Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperlama gerakan ruku dan sujud. Menurut Rasulullah lamanya dua gerakan tersebut dapat menggugurkan dosa. Suatu hari Abdullah bin Umar -rodhiallohu anhuma- melihat seorang pemuda sedang shalat, dia memanjangkan shalatnya dan melamakannya, maka beliau bertanya: siapa yang tahu orang itu? Maka ada yang menjawab: Saya.

Beliaupun mengatakan: seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya untuk memanjangkan ruku’ dan sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi -Shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
“Sungguh, jika seorang hamba berdiri untuk shalat; semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya. Maka setiap kali dia ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan”. (Lihat Silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih).

Dari hadist di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa semakin lama ruku’ dan sujud, maka akan semakin banyak dosa yang akan dilepaskan dari diri manusia. Ternyata tidak hanya dari segi agama saja gerakan yang lama dan khusuk ini memberikan manfaat. Dari segi kesehatan pun, memperlama ternyata gerakan ruku’ dan sujud juga memiliki manfaat besar.

Ruku’ menjadi salah satu gerakan yang ternyata miliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Ruku’ yang sempurna bisa di tandai apabila kita meletakan gelas di punggung maka tidak akan tumpah sebab antara kepala dan tulang belakang atau punggung sejajar.

Selain itu, posisi ruku’ yang sempurna ini juga bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi punggung sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf dan posisi jantung sejajar dengan otak sehingga bagian tengah badan kita bisa teraliri darah dengan sempurna.

Posisi tangan tertumpu pada lutut ini sangat bermanfaat untuk merelaksasikan pada otot-otot bahu sampai ke bawah. Menerut penelitian posisi ruku ini juga sangat bermanfaat untuk melatih kemih sehingga terhindar dari penyakit prostat.

Sementara itu, sujud juga menjadi gerakan dalam shalat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi pada lantai. Posisi sujud ini berguna juga untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah ini kaya akan kandungan oksigen yang bisa mengalir secara maksimal ke otak.

Aliran tersebut sangat berpengaruh terhadap daya pikir seseorang. Oleh seban itu, ada baiknya melakukan sujud dengan tuma’ninah, yakni tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi yang demikian ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Demikianlah ulasan mengenai faedah di balik lamanya ruku’ dan sujud dalam shalat. Jika ingin dosa berguguran, maka lakukan anjuran Rasulullah ini. Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang selalu beriman dan beramal shalat.
azr.


sumber: idnsehat.com

Masya Allah, Ternyata Inilah 4 Waktu Utama Bersedekah Agar Pahalanya Berlipat Ganda, Tidak Banyak yang Mengetahuinya

The ViralzSedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain bernilai pahala, memberikan sedekah juga memiliki beberapa keutamaan bagi mereka yang mengamalkannya. Bahkan meskipun hanya bersedekah sedikit saja, namun sangat berharga di sisi Allah SWT.

Setiap kaum muslimin hendaknya senantiasa bersedekah karena di dalam harta yang diperolehnya tersebut terselip hak dari orang lain yang membutuhkan. Itulah penyebabnya banyak orang yang berlomba-lomba untuk bersedekah setiap waktu. Meskipun rajin bersedekah setiap waktunya. Namun, tidak semua sedekah itu bernilai afdol atau utama. Lalu kapankah waktu utama untuk bersedekah? Berikut ini penjelasan Rasulullah SAW mengenai aktivitas bersedekah yang paling utama.

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)


Dari hadist di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sedekah yang paling utama itu ada empat, antara lain:

1. Dalam Keadaan Sehat Lagi Loba
Waktu sedekah paling utama yaitu ketika orang tersebut dalam keadaan sehat lagi loba yakni sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi. Hal ini bisa diartikan ia masih muda dan masa depan hidupnya dihiasi dengan beraneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seseorang yang sukses dalam karir dan bisnisnya.

Biasanya dalam mencapai keinginan tersebut, orang-orang ini akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Hal tersebut dikarenakan semua harta yang miliki ia pusatkan dan curahkan untuk modal mencapai kesuksesan yang diinginkannya tersebut.

Akan ada banyak alasan yang terucap jika disuruh bersedekah dalam waktu ini. Salah satu dalihnya adalah untuk berinvestasi. Itulah penyebab mengapa mereka menunda-nunda niat bersedekah dengan harta yang dimiliki. Maka bersedekah dalam waktu ini menjadi waktu yang paling utama untuk dilakukan agar menghindarkan mereka dari sifat kikir.

2. Dalam Keadaan Sangat ingin Menjadi Kaya
Waktu utama kedua untuk bersedekah adalah ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya. Rasulullah SAW seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi
kaya.

 Orang yang sedang berambisi menjadi kaya lalu ia bersedekah maka ia merupakan tipe orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri namun juga berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Ia juga akan terhindar dari sifat tamak seperti halnya Qarun.

Qarun merupakan tokoh kaya yang hidup pada zaman dahulu yang merasa bahwa harta yang diperoleh berasal dari keringat dan kerja kerasnya sendiri tanpa pernah mengaitkannya dengan Allah SWT. Firman Allah yang artinya:

“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)

Maka, ketika seseorang ingin menjadi kaya, dan ia rajin bersedekah maka ia akan lebih merasa ketenangan dalam dirinya karena senantiasa mengingat Allah dan mengamalkan perintah-Nya untuk membantu sesama.

3. Keadaan Sangat Khawatir Menjadi Miskin
Waktu yang ketiga yaitu saat si pemberi sedekah berada dalam kondisi sangat khawatir menjadi miskin. Namun, bagi kaum beriman walaupun perasaan yang demikian menghinggapinya ia tidak pernah ragu untuk bersedekah. Hal ini menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun.

Ia menyadari bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejab. Orang yang seperti ini sudah menjadikan sedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

4. Tidak dalam Keadaan Menjelang Kematian
Waktu utama terakhir untuk bersedekah adalah tidak dalam keadaan menjelang kematian. Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti umatnya jangan sampai baru ingin bersedekah ketika ajal sudah dekat. Karena hal yang demikian ini bukan lagi dikatakan sedekah melainkan harta waris.

Selain itu, melakukan sedekah saat ajal sudah dekat berarti bahwa ia dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain. Itulah sebabnya Rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk bersedekah dari pada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berpikir untuk bersedekah.

Demikianlah ulasan mengenai empat waktu yang paling utama untuk bersedekah. Setelah mengetahui hal ini, ada baiknya sebagai kaum muslimin kita melaksanakan amalan tersebut agar Allah senantiasa memberikan perlindungan dan hidayah-Nya kepada kita semua.
azr.


sumber : tawwakaltu.blogspot.co.id